Dibalik Kisah Unik Batik Semarang


Corak Batik Semarang
Motif Batik Semarangan
Indonesia sebagai negara yang memiliki kebudayaan begitu tinggi, menghasilkan berbagai macam kerajinan atau output itu sendiri dari banyaknya kebudayaan di Indonesia. Salah satunya adalah batik nusantara yang sudah terkenal di berbagai negara, terutama batik Pekalongan yang sudah melegendaris di setiap daerah-daerah yang ada di Indonesia sebutan nama kotanyapun sebagai kota batik. Selain itu beberapa daerah lainya seperti Solo, Rembang, Yogyakarta, Cirebon memiliki kerajinan batiknya masing-masing dengan ciri khasnya masing-masing. Geliat batik Semarang memang tidak seeksis seperti daerah lain terutama Pekalongan. Menurut Eko Harianto dikutip dari batiksemarang mengatakan bahwa salah satu pegiat Batik Semarang mengatakan motif yang terkenal di Semarang hanya berkutat di beberapa hal saja, seperti motif Tugu Muda, Lawang Sewu, Asam, dan lainnya. Batik berbagai daerah seperti hanya mengikuti arus, tanpa melihat akar budaya atau sejarah batik di daerahnya masing-masing. Padahal batik sudah tercipta jauh sebelum itu" ujar Eko.

Corak Kain Batik Semarangan
Selain beberapa kota yang sudah terkenal memiliki kerajinan batik sendiri, di Kota Semarang juga dulunya merupakan salah satu penghasil batik yang tidak kalah dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Dari dokumen pemerintah Kolonial Belanda, tahun 1919-1925 sentra batik di kota Semarang sangat berkembang. Hal ini dikarenakan terjadi krisis yang menyebabkan sulitnya mendapatkan bahan sandang. Akhirnya masyarakat memenuhi kebutuhan sandangnya sendiri dengan cara membuat pakaian sendiri.
Namun, batik semarang baru muncul kembali pada tahun 2008 oleh pemerintah Kota Semarang, yang sebelumnya dirusak dan dibakar oleh pemerintah Kolonial Belanda saat pendudukan tentara Jepang (1942-1945) dan oleh tentara Jepang saat Pertempuran Lima Hari di Semarang. Saat ini, kerajinan batik Semarang terus berkembang di kawasan kampung batik terutama sudah ada 50 orang lebih pengrajin batik semarang yang memiliki potensi cukup baik dalam hal perbatikan dan sebagai pariwisata di Kota Semarang. Upaya pemerintah Kota Semarang terus membangkitkan walaupun tidak adanya generasi pengrajin batik asli dari kampung batik, namun pelatihan-pelatihan telah banyak diadakan dan hingga saat ini perkembangannya belum sehebat dengan kota kota pengrajin batik.


EmoticonEmoticon