Bangunan Tua Berjiwa Muda Blenduk dan Marba

kota lama semarang dulu dan sekarang
Sumber foto dulu: KITLV
Kota Semarang yang merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah ini terkenal julukannya sebagai kota lumpia sebagai kuliner khas kota yang satu ini. Namun, selain terkenal akan kuliner khasnya kota Semarang ini identik dengan sejarahnya yang begitu panjang, terbukti bahwa adanya Kota Lama Semarang menandakan kota ini sebagai tempat aktifitas amat penting sejak zaman dahulu.

Kota Lama Semarang sendiri menjadi pusat perdagangan pada abad ke-19 ini yang memiliki luas sekitar kurang lebih 31 hektar, kini menjadi destinasi wisata andalan bagi pemerintah kota Semarang. Ciri khas gaya arsitektur Belanda masih jelas terlihat pada kota lama ini, terutama yang paling sering di kunjungi adalah Gereja Blenduk dan Gedung Marba. 

Gereja Blenduk



dulu dan sekarang gereja blendukGereja Blenduk sendiri merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda yang kini berusia lebih dari 200 tahun dan menjadi Landmark kota Semarang saat ini. Dibangun oleh masyarakat Belanda pada saat itu sekitar tahun 1753 dengan bentuk bangunannya yang heksagonal (persegi delapan) terletak pada Jalan Letjend. Suprapto No.32. 

Penamaan Blenduk sendiri diambil dari atap bangunannya yang terdapat kubah besar, dalam bahasa Jawa sendiri Blenduk artinya kubah. Dapat dikatakan bahwa gereja ini merupakan Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah dan mengalami beberapa perubahan sejak berdirinya gereja ini, pada tahun 1894 arsitek Belanda bernama H.P.A de Wilde dan W. Westmaas merenovasi gereja Blenduk yan bentuknya bertahan hingga saat ini. Kini menjadi destinasi wisata yang diminati banyak pengunjung untuk melihatnya dan Gereja inilah yang menjadi peran besar terhadap perkembangan agama Kristen di Semarang.

Berjalan menyebrangi jalan yang ada didepan Gereja Blenduk, terdapat bangunan tua bergaya klasik yang masih berdiri dengan kokoh walaupun terlihat kurang terawat seperti gereja Blenduk.

Gedung Marba

Menelisik sejarahnya bangunan gedung yang berlantai dua ini dulunya merupakan kantor usaha pelayaran, ekspedisi muatan kapal laut (EMKL). Keunikan yang terlihat dari gedung ini diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ke 18 dan pembangunan ini diperkarsai oleh seseorang warga negara Yaman bernama Marta Badjunet, dari singkatan namanyalah gedung ini diberi nama Gedung Marba untuk mengenang jasanya.
dulu dan sekarang gendung marba
Gedung ini terletak didepan Gereja Blenduk dengan tembok khasnya yang masih terlihat jelas menggunakan bata dan diberi warna merah tua menjadikan lebih eksotis ketika sore hari. Sayangnya kini gedung ini tampak kurang begitu terawat walaupun pernah mengalami perbaikan-perbaikan, tapi terjadi kerusakan yang cepat karena dijadikannya gudang.


Kini kedua tempat tersebut hingga saat ini menjadi tempat favorit sebagai objek fotografi dan menikmati suasana kota semarang bergaya klasik seperti di eropa.


EmoticonEmoticon